Tari Molabot

Tari Molabot merupakan tari pemyambutan yang diangkat dari inti gerak tiga etnis (suku) yang ada di Kabupaten Banggai, yaitu Saluan, Banggai dan Balantak, yang kemudian dirangkum menjadi tari pergaulan. Tari ini meski memiliki gerak dan ranpak yang sama tetapi dalam penyebutan diantara tiga etnis yang ada memang agak sedikit berbeda sebagai pengaruh dari dialeg setiap etnis. Tari ini dalam aksen suku Saluan disebut Molabot, dalam bahasa Balantak disebit Malaboti, sementara dalam Bahasa Banggai disebut dengan Malabok.

Gerak tari tari Molabot banyak didominasi oleh gerak kaki dan tangan yang melingkar, sebagai sinbol kebersamaan dan kekeluargaan dengan syair-syair yang mengungkapkan rasa persauda-raan. Tari Malabot biasanya dimainkan penari-lpenari putri dengan jumlah penari antara 6 sampai 8 orang. Untuk lebih menyemarkkan gerak tari penyambutan ini biasanya para penari Molabot akan diiringi tetabuhan  kendang dan gong.

Tari Molabot selain mempunyai makna untuk menyambut para tetamu yang sifatnya komu-nikatif,  dilakukan pada penyambutan. Namun demikian tari Molabot sering juga dijadikan sebagai tari pembuka pada malam hari ketika ada acara-acara resmi pembesar. Setelah tari Molabot selesai ditampilkan baru kemudian dilanjutkan dengan acara yang lain. Lazimnya dilanjutkan dengan tari “Modero” yakni tari persaudaraan / pergaulan yang banyak digemari para muda/mudi di Kabupaten Banggai.